Pengalaman Daddy Ikut AcEPT UGM

Hari Sabtu, 7 Juni 2014, Daddy mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris di Pusat Pelatihan Bahasa – FIB – UGM. Tes Academic English Proficiency Test (AcEPT) menjadi salah satu syarat untuk mendaftar kuliah pascasarjana di Universitas Gadjah Mada. Sebenarnya ada alternatifnya berupa tes TOEFL dan IELTS, namun karena AcEPT lebih murah dan hasilnya bisa lebih cepat keluar, maka Daddy putuskan untuk mengikuti tes ini. Tes ini tergolong sebagai TOEFL-like test, sehingga hanya berlaku lokal di UGM saja, untuk beasiswa semacam AAS tidak bisa digunakan.

Suasana tesnya lumayan OK, terutama karena Daddy dapat sesi pagi, jadi masih cukup segar udaranya dan masih bisa mendengarkan kicauan burung dan gemericik air. Mirip dengan TOEFL, ujian dimulai dengan sesi Listening. Secara garis besar, AcEPT terbagi menjadi 5 bagian: Bagian I Listening Comprehension, Bagian II Vocabulary, Bagian III Grammar and Structure, Bagian IV Reading Comprehension, dan Bagian V Composing Skills.

Semuanya berjalan lancar, hingga saat lewat separo jalan Daddy muali mules. Sempat coba ditahan, namun akhirnya tidak bisa bertahan hingga ujian usai. Daddy pun ke toilet. Syukurlah toilet putra berada di dekat ruang ujian, dan ada air dalam jumlah cukup. Ternyata perut mules dan rasa ingin BAB adalah akibat dari makan nasi padang dengan sayur daun singkong dan sambal ijo dalam jumlah banyak. Sehingga saran untuk anda yang akan mengikuti tes AcEPT UGM adalah jangan makan nasi padang sehari sebelum tes.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s