Sejarah versus Mitos Kota Surabaya

Sejarah versus Mitos Kota Surabaya

Surabaya berada di Provinsi Jawa Timur. Kota ini memiliki simbol IKAN HIU dan BUAYA. Kenapa IKAN HIU dan BUAYA?

Berikut adalah jawaban versi seorang tukang becak dengan sedikit penyuntingan.

Konon, Surabaya itu berasal dari kata SURA dan BAYA. Sura artinya HIU, dan Baya artinya BUAYA.  Masih menurut tukang becak, nama Surabaya lahir karena pertempuran dan perebutan sengit kedua binatang tadi. Hiu dan Buaya. Kenapa hiu dan buaya bertempur? Mereka berebut kekuasaan di muara sungai ini. Tukang becak itu menunjuk jembatan merah. Lalu, kenapa namanya jembatan merah? Karena dicat merah? Tukang becak itu menjawab lagi dengan yakin. Ini disebut jembatan merah, karena pertempuran HIU dan BUAYA membuat sungai ini menjadi merah, penuh dengan darah. Maka dari itulah disebut jembatan merah. Bila kita melongok ke aliran sungai di bawah jembatan merah warnanya coklat dan penuh sampah.

Berikut ini adalah menurut sumber yang bisa lebih dipercaya, yaitu bapak tua penjaga di hotel Ibis, tentu inipun dengan sedikit penyuntingan.

Jaman baheula sekali, Surabaya merupakan gerbang utama kerajaan yang patihnya lebih terkenal dari rajanya, dialah Kerajaan Majapahit. Dan gerbang kerajaan ini berada di muara sungai Mas. Gerbang itulah yang menjadi pintu masuk musuh, yaitu pasukan kerajaan Mongol yang diutus oleh Kubilai Khan. Nah, pasukan Mongol inilah datang dari laut menuju muara sungai Mas untuk menyerang pasukan Majapahit, dan disebut atau digambarkan sebagai SURO atau ikan hiu atau berani. Sementara pasukan dari Majapahit pimpinan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO atau buaya atau bahaya. SUROBOYO, berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Jadi, pasukan Majapahit berani melawan bahaya pasukan Mongol. Kenapa perumpamaannya ikan hiu? Mungkin karena ikan hiu adalah salah satu penguasa lautan yang berani menyerang siapa saja. Kenapa buaya? Mungkin karena buaya hidup di sungai, berbahaya dan akan mempertahankan dengan segala cara wilayahnya. Karena pertemuan dua pasukan inilah terjadi perang di muara sungai Mas. Terjadi pertumpahan darah. Sungai pun menjadi merah. Dinamai sungai Mas, mungkin karena pada jaman dahulu, kali ini menjadi pintu masuk perdagangan dan juga sebagai tempat perniagaan yang sangat strategis. Akhir cerita, pasukan Majapahit menang melawan pasukan Mongol. Kemenangan itu diabadikan hingga jaman sekarang dijadikan hari ulang tahun Surabaya, yaitu 31 Mei 1293.

 

Dikutip dengan ijin blogger bersangkutan dari http://sonofmountmalang.wordpress.com/2012/04/30/surabaya-oh-surabaya/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s